Propolis: Keajaiban dalam Dunia Pengobatan

Selesai Dibaca dalam: 3 menit

Propolis itu Bukan Madu

Mayoritas orang telah mengetahui bahwa madu adalah produk lebah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Namun, madu bukan satu-satunya produk yang dihasilkan oleh lebah madu. Masih ada Bee Pollen dan Royal Jelly. Selain itu, lebah juga menghasilkan senyawa yang disebut Propolis, yang berasal dari getah pohon berdaun jarum atau tanaman hijau. Ketika mereka menggabungkan getah bersama kotoran dan lilin lebah mereka sendiri, mereka menghasilkan suatu produk lengket berwarna coklat kehijauan yang digunakan sebagai pelapis pada saat membangun sarang mereka. Inilah Propolis.

Sejak ribuan tahun yang lalu, peradaban kuno telah menggunakan propolis untuk dimanfaatkan sebagai obat. Orang Yunani menggunakannya untuk mengobati penyakit abses. Orang Asiria memberi olesan propolis pada luka dan tumor untuk melawan infeksi dan membantu proses penyembuhan. Sedangkan para Pendeta Mesir menggunakannya untuk membalsem mumi para Raja dan Bangsawan.

Komposisi propolis dapat bervariasi tergantung pada lokasi lebah dan pohon serta bunga apa yang digunakan sebagai bahan bakunya. Sehingga, propolis yang berasal dari Eropa tidak akan memiliki susunan kimiawi yang sama dengan propolis yang dihasilkan oleh lebah madu dari Brasil. Ini dapat mempersulit para peneliti untuk mengambil kesimpulan umum tentang manfaat kesehatannya.

Senyawa Penyembuh dalam Propolis

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 300 senyawa yang terkandung dalam propolis. Mayoritas senyawa ini merupakan bentuk Polifenol, yang merupakan antioksidan yang dapat melawan penyakit dan kerusakan dalam tubuh.

Secara spesifik, propolis mengandung polifenol yang disebut Flavonoid. Flavonoid diproduksi dalam tumbuhan sebagai bentuk perlindungan. Mereka biasanya ditemukan dalam makanan yang dianggap memiliki sifat antioksidan, diantaraya adalah:

  • Buah-buahan
  • Teh hijau
  • Sayuran
  • Anggur merah

Fakta yang Didapatkan dari Penelitian Ilmiah

Dari beberapa penelitian ilmiah Propolis diketahui memiliki sifat antibakteri, antivirus, antijamur dan antiradang. Tetapi penelitian ilmiah tentang propolis masih terbatas. Meski para Peneliti belum memiliki petunjuk yang sangat jelas, produk lebah tampaknya memberikan perlindungan dari beberapa bakteri, virus dan jamur.

Luka

Propolis memiliki senyawa unik yang disebut Pinocembrin, yakni flavonoid yang berfungsi sebagai antijamur. Sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang dimilikinya, membuat propolis dapat membantu penyembuhan luka. Sebuah studi menemukan bahwa propolis dapat membantu orang yang mengalami luka bakar traumatis, dengan mempercepat pertumbuhan sel baru yang sehat. Proses ini membuat luka dapat sembuh lebih cepat.

Sebuah studi yang lain menemukan bahwa ekstrak alkohol propolis lebih efektif daripada krim steroid untuk mengurangi Sel Mast yang terdapat pada luka operasi mulut. Sel mast ini fungsinya terkait dengan peradangan dan memperlambat penyembuhan luka.

Herpes Mulut dan Herpes Genital

Salep yang mengandung propolis 3 persen saja, seperti Coldsore-FX, Herstat dan sejenisnya, terbukti dapat membantu mempercepat waktu penyembuhan dan mengurangi gejala herpes mulut serta herpes genital.

Sebuah studi menemukan bahwa saat propolis dioleskan tiga kali sehari, akan membantu menyembuhkan sariawan lebih cepat daripada tanpa pengobatan. Dari penelitiannya, para ilmuwan menemukan krim propolis tidak sebatas mengurangi jumlah virus herpes yang ada di tubuh seseorang, tetapi juga melindunginya dari serangan herpes mulut di waktu yang akan datang.

Kanker

Propolis telah disarankan untuk membantu mengobati kanker tertentu juga. Menurut sebuah studi, beberapa efek anti-kanker dari zat ini meliputi:

  • Mencegah sel kanker untuk berkembang biak
  • Mengurangi kemungkinan sel yang sehat menjadi sel kanker
  • Melakukan berbagai macam blokir untuk mencegah sel kanker memberi sinyal satu sama lain

Studi tersebut juga membuktikan bahwa propolis bisa menjadi terapi pelengkap – namun bukan satu-satunya – untuk pengobatan kanker. Pada studi yang lain, ditemukan bahwa mengonsumsi propolis dari Cina dapat menjadi terapi pelengkap untuk mengobati kanker payudara, karena efek anti tumornya yang bekerja pada sel kanker payudara.

Efek Samping Propolis

Masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah produk propolis aman atau tidak untuk dikonsumsi, tetapi tidak dianggap berisiko tinggi. Orang biasanya mengonsumsi propolis pada saat mengkonsumsi madu. Namun, apabila Anda alergi terhadap lebah atau produk lebah, biasanya Anda juga akan bereaksi terhadap produk yang mengandung propolis. Pada beberapa orang, propolis dapat menyebabkan reaksi alerginya sendiri bila digunakan dalam jangka waktu lama.

Peternak lebah adalah beberapa orang yang sangat mungkin mengalami alergi propolis karena mereka berada dalam lingkungan yang dipenuhi oleh lebah madu. Reaksi alergi yang khas bisa berupa kulit yang berjerawat seperti eksim. Konsultasikan kepada dokter Anda sebelum menggunakan propolis untuk terapi kesehatan, khususnya bagi Anda yang memiliki asma atau alergi.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *