Pola Makan Terjaga, Diabetes Pun Mereda

Selesai Dibaca dalam: 9 menit

Salah satu penyebab munculnya suatu penyakit, diantaranya penyakit kencing manis atau diabetes, adalah karena pola hidup yang tidak sehat. Tidak terjaganya kualitas dan kuantitas asupan makanan setiap hari, menjadikan organ-organ tubuh mengalami gangguan kesehatan.

Berikut ini adalah 16 Jenis Makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes:

  1. Ikan Berlemak

Beberapa orang menganggap ikan berlemak sebagai salah satu makanan tersehat di planet ini.

Salmon, sarden, herring, anchovies dan mackerel adalah sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA, yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung.

Mendapatkan cukup lemak ini secara teratur sangat penting bagi penderita diabetes, yang memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

DHA dan EPA melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah Anda, mengurangi penanda peradangan dan dapat membantu meningkatkan cara fungsi arteri Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan ikan berlemak secara teratur memiliki risiko lebih rendah untuk terkena sindrom koroner akut, seperti serangan jantung, dan kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat penyakit jantung.

Studi menunjukkan bahwa makan ikan berlemak juga dapat membantu mengatur gula darah Anda.

Sebuah studi pada 68 orang dewasa dengan kelebihan berat badan dan obesitas menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi ikan berlemak mengalami peningkatan yang signifikan dalam kadar gula darah pasca makan, dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi ikan tanpa lemak.

Ikan juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang membantu Anda merasa kenyang dan membantu menstabilkan kadar gula darah.

  1. Dedaunan Hijau

Sayuran berdaun hijau sangat bergizi dan rendah kalori.

Mereka juga sangat rendah karbohidrat yang dapat dicerna, atau karbohidrat yang diserap oleh tubuh, sehingga tidak akan mempengaruhi kadar gula darah secara signifikan.

Bayam, kangkung, dan sayuran berdaun hijau lainnya merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk vitamin C.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang dengan diabetes memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah daripada orang tanpa diabetes dan mungkin memiliki kebutuhan vitamin C yang lebih tinggi.

Vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat dan juga memiliki kualitas anti-inflamasi.

Meningkatkan asupan makanan kaya vitamin C dalam makanan dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kadar vitamin C serum sekaligus mengurangi peradangan dan kerusakan sel.

Selain itu, sayuran hijau merupakan sumber antioksidan lutein dan zeaxanthin yang baik.

Antioksidan ini melindungi mata Anda dari degenerasi makula dan katarak, yang merupakan komplikasi diabetes yang umum.

  1. Alpukat

Alpukat memiliki kurang dari 1 gram gula, sedikit karbohidrat, kandungan serat tinggi, dan lemak sehat, jadi Anda tidak perlu khawatir mereka meningkatkan kadar gula darah Anda.

Konsumsi alpukat juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas makanan secara keseluruhan dan secara signifikan menurunkan berat badan dan Indeks Massa Tubuh / Body Mass Index (BMI).

Ini menjadikannya camilan yang ideal untuk penderita diabetes, terutama karena obesitas meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan diabetes.

Alpukat mungkin memiliki khasiat khusus untuk mencegah diabetes.

Sebuah studi tahun 2019 pada tikus menemukan bahwa avocatin B (AvoB), molekul lemak yang hanya ditemukan pada alpukat, menghambat oksidasi yang tidak lengkap pada otot rangka dan pankreas, yang mengurangi resistensi insulin.

Diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia untuk membangun hubungan antara alpukat dan pencegahan diabetes.

  1. Telur

Telur memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Faktanya, mereka adalah salah satu makanan terbaik untuk membuat Anda kenyang dan puas di antara waktu makan.

Konsumsi telur secara teratur juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung Anda dengan beberapa cara.

Telur mengurangi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan kadar kolesterol HDL (baik) dan mengubah ukuran dan bentuk kolesterol LDL (jahat) Anda.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa makan sarapan telur yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat membantu penderita diabetes mengelola kadar gula darah sepanjang hari.

Penelitian yang lebih lama telah menghubungkan konsumsi telur dengan penyakit jantung pada penderita diabetes.

Tetapi tinjauan yang lebih baru dari studi terkontrol menemukan bahwa konsumsi 6 hingga 12 telur per minggu sebagai bagian dari makanan bergizi tidak meningkatkan faktor risiko penyakit jantung pada mereka yang menderita diabetes.

Terlebih lagi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan telur dapat mengurangi risiko stroke.

Selain itu, telur merupakan sumber lutein dan zeaxanthin yang baik, antioksidan yang memberikan perlindungan terhadap penyakit mata.

Pastikan untuk makan telur utuh. Manfaat telur terutama karena nutrisi yang ditemukan di kuning telur daripada putihnya.

  1. Biji Chia

Biji chia adalah makanan yang luar biasa bagi penderita diabetes.

Mereka sangat tinggi serat, namun rendah karbohidrat yang dapat dicerna.

Faktanya, 11 dari 12 gram karbohidrat dalam 28 gram (1 ons) sajian biji chia adalah serat, yang tidak meningkatkan gula darah.

Serat kental dalam biji chia sebenarnya dapat menurunkan kadar gula darah Anda dengan memperlambat laju makanan bergerak melalui usus dan diserap.

Biji chia dapat membantu Anda mencapai berat badan yang sehat karena serat mengurangi rasa lapar dan membuat Anda merasa kenyang. Biji chia juga dapat membantu mempertahankan manajemen glikemik pada penderita diabetes.

Sebuah penelitian yang melibatkan 77 orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan dan didiagnosis dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa konsumsi biji chia mendukung penurunan berat badan dan membantu menjaga kontrol glikemik yang baik.

Selain itu, biji chia telah terbukti membantu mengurangi tekanan darah dan penanda inflamasi.

  1. Kacang Polong

Kacang polong itu murah, bergizi, dan sangat sehat.

Kacang polong adalah sejenis kacang-kacangan yang kaya vitamin B, mineral bermanfaat (kalsium, kalium, dan magnesium) dan serat.

Mereka juga memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, yang penting untuk menangani diabetes.

Kacang polong juga dapat membantu mencegah diabetes.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 peserta yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, mereka yang mengonsumsi lebih banyak kacang polong memiliki 35 persen penurunan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

  1. Yogurt Yunani

Yoghurt Yunani adalah pilihan produk susu yang bagus untuk penderita diabetes.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi produk susu tertentu seperti yogurt dapat meningkatkan manajemen gula darah dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung, mungkin sebagian karena probiotik yang dikandungnya.

Studi juga menunjukkan bahwa konsumsi yogurt dapat dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah dan resistensi insulin.

Selain itu, yogurt dapat mengurangi risiko diabetes.

Sebuah studi jangka panjang yang melibatkan data kesehatan dari lebih dari 100.000 peserta menemukan bahwa satu porsi yogurt setiap hari dikaitkan dengan risiko 18 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Ini juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan, jika itu adalah tujuan pribadi.

Studi menunjukkan yogurt dan makanan olahan susu lainnya dapat menyebabkan penurunan berat badan dan peningkatan komposisi tubuh pada penderita diabetes tipe 2.

Tingginya tingkat kalsium, protein, dan jenis lemak khusus yang disebut asam linolat terkonjugasi (CLA) yang ditemukan dalam yogurt dapat membantu mengurangi nafsu makan, sehingga lebih mudah untuk menolak makanan tidak sehat.

Terlebih lagi, yogurt Yunani hanya mengandung 6–8 gram karbohidrat per porsi, lebih rendah dari yogurt konvensional.

Ini juga lebih tinggi protein, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan mengurangi asupan kalori.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan itu enak dan bergizi.

Semua jenis kacang-kacangan mengandung serat dan rendah karbohidrat bersih, meskipun beberapa memiliki lebih banyak dari yang lain.

Berikut adalah jumlah karbohidrat yang dapat dicerna, per porsi kacang 1 ons (28 gram), menurut Departemen Pertanian AS:

  • Almond: 2,6 gram
  • Kacang Brazil: 1,4 gram
  • Kacang mete: 7,7 gram
  • Hazelnut: 2 gram
  • Macadamia: 1,5 gram
  • Kemiri: 1,2 gram
  • Kacang pistachio: 5 gram
  • Kacang kenari: 2 gram

Penelitian pada berbagai jenis kacang-kacangan yang berbeda telah menunjukkan bahwa konsumsi rutin dapat mengurangi peradangan dan menurunkan gula darah, HbA1c (penanda untuk pengelolaan gula darah jangka panjang) dan kadar kolesterol LDL (buruk).

Kacang juga dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kesehatan jantung mereka.

Sebuah studi tahun 2019 yang melibatkan lebih dari 16.000 peserta dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa makan kacang pohon – seperti kenari, almond, hazelnut, dan pistachio – menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kacang dapat meningkatkan kadar glukosa darah.

Sebuah studi pada subjek dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa konsumsi minyak kenari setiap hari meningkatkan kadar glukosa darah.

Temuan ini penting karena penderita diabetes tipe 2 sering kali mengalami peningkatan kadar insulin, yang terkait dengan obesitas.

  1. Brokoli

Brokoli adalah salah satu sayuran paling bergizi.

Setengah cangkir brokoli yang dimasak hanya mengandung 27 kalori dan 3 gram karbohidrat yang dapat dicerna, bersama dengan nutrisi penting seperti vitamin C dan magnesium.

Terlebih lagi, penelitian pada penderita diabetes menemukan bahwa makan kecambah brokoli dapat membantu menurunkan kadar insulin dan melindungi dari kerusakan sel.

Brokoli juga dapat membantu mengatur kadar gula darah Anda.

Satu studi menemukan bahwa mengonsumsi kecambah brokoli menyebabkan penurunan 10 persen glukosa darah pada penderita diabetes.

Penurunan kadar glukosa darah ini kemungkinan disebabkan oleh sulforaphane, bahan kimia dalam sayuran silangan seperti brokoli dan kecambah.

Selain itu, brokoli merupakan sumber lutein dan zeaxanthin yang baik. Antioksidan penting ini dapat membantu mencegah penyakit mata.

  1. Minyak Zaitun Extra-Virgin

Minyak zaitun extra-virgin sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Ini mengandung asam oleat, sejenis lemak tak jenuh tunggal yang telah terbukti meningkatkan manajemen glikemik, mengurangi kadar trigliserida puasa dan pasca makan, dan memiliki sifat antioksidan.

Hal ini penting karena penderita diabetes cenderung mengalami kesulitan dalam mengatur kadar gula darah dan memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

Asam oleat juga dapat menstimulasi hormon kepenuhan GLP-1.

Dalam analisis besar dari 32 penelitian yang mengamati berbagai jenis lemak, minyak zaitun adalah satu-satunya yang terbukti mengurangi risiko penyakit jantung.

Minyak zaitun juga mengandung antioksidan yang disebut polifenol.

Polifenol mengurangi peradangan, melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah Anda, menjaga agar kolesterol LDL (jahat) Anda tidak rusak oleh oksidasi, dan menurunkan tekanan darah.

Minyak zaitun extra-virgin tidak dimurnikan, sehingga mempertahankan antioksidan dan sifat lain yang membuatnya sangat sehat.

Pastikan untuk memilih minyak zaitun extra-virgin dari sumber yang tepercaya, karena banyak minyak zaitun yang dicampur dengan minyak yang lebih murah seperti jagung dan kedelai.

  1. Biji Rami

Biji rami adalah makanan yang sangat sehat.

Juga dikenal sebagai biji rami atau biji rami biasa, biji rami memiliki kandungan tinggi lemak omega-3 yang menyehatkan jantung, serat, dan senyawa tanaman unik lainnya.

Sebagian dari serat tidak larutnya terdiri dari lignan, yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan manajemen gula darah.

Sebuah tinjauan yang menganalisis 25 uji klinis acak menemukan hubungan yang signifikan antara suplementasi biji rami utuh dan penurunan glukosa darah.

Biji rami juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Sebuah studi yang melibatkan peserta dengan pradiabetes menemukan bahwa asupan harian bubuk biji rami menurunkan tekanan darah – tetapi tidak meningkatkan manajemen glikemik atau resistensi insulin.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki bagaimana biji rami dapat membantu mencegah atau mengelola diabetes.

Tapi secara keseluruhan, biji rami bermanfaat untuk kesehatan jantung dan usus Anda.

Studi lain menunjukkan bahwa biji rami dapat membantu menurunkan risiko stroke dan berpotensi mengurangi dosis obat yang diperlukan untuk mencegah pembekuan darah.

Plus, biji rami sangat tinggi serat kental, yang meningkatkan kesehatan usus, sensitivitas insulin, dan perasaan kenyang.

Tubuh Anda tidak dapat menyerap biji rami utuh, jadi belilah biji rami atau giling sendiri.

Penting juga untuk menyimpan biji rami tertutup rapat di lemari es untuk mencegahnya menjadi tengik.

  1. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel memiliki banyak manfaat kesehatan.

Meski terbuat dari apel, gula dalam buah difermentasi menjadi asam asetat, dan produk yang dihasilkan mengandung kurang dari 1 gram karbohidrat per sendok makan.

Menurut meta-analisis dari enam penelitian, termasuk 317 pasien dengan diabetes tipe 2, cuka sari apel memiliki efek menguntungkan pada kadar gula darah puasa dan HbA1c.

Ini juga dapat mengurangi respons gula darah sebanyak 20% bila dikonsumsi dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

Cuka sari apel dipercaya memiliki banyak khasiat menyehatkan lainnya, termasuk efek antimikroba dan antioksidan. Tetapi lebih banyak penelitian diperlukan untuk memastikan manfaat kesehatannya.

Untuk memasukkan cuka sari apel ke dalam makanan Anda, mulailah dengan 1 sendok teh dicampur dalam segelas air setiap hari. Tingkatkan hingga maksimal 2 sendok makan per hari.

  1. Stroberi

Stroberi adalah salah satu buah paling bergizi yang bisa Anda makan.

Mereka kaya akan antioksidan yang dikenal sebagai antosianin, yang memberi warna merah pada mereka.

Antosianin telah terbukti mengurangi kadar kolesterol dan insulin setelah makan. Mereka juga meningkatkan gula darah dan faktor risiko penyakit jantung bagi penderita diabetes tipe 2.

Stroberi juga mengandung polifenol, yang merupakan senyawa tanaman bermanfaat dengan sifat antioksidan.

Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi polifenol selama 6 minggu dari stroberi dan cranberry meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan dan obesitas yang tidak menderita diabetes.

Ini penting karena sensitivitas insulin yang rendah dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi terlalu tinggi.

Satu cangkir stroberi mengandung sekitar 46 kalori dan 11 gram karbohidrat, tiga di antaranya adalah serat.

Penyajian ini juga memberikan lebih dari 100% RDI untuk vitamin C, yang memberikan manfaat anti inflamasi tambahan untuk kesehatan jantung.

  1. Bawang Putih

Untuk ukurannya yang kecil dan jumlah kalori yang rendah, bawang putih sangat bergizi.

Satu siung (3 gram) bawang putih mentah, yang kira-kira mengandung 4 kalori, mengandung (84Trusted Source): Sumber Tepercaya

  • Mangan: 2% dari Nilai Harian (DV)
  • Vitamin B6: 2% dari DV
  • Vitamin C: 1% dari DV
  • Selenium: 1% dari DV
  • Serat: 0,06 gram

Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih berkontribusi pada peningkatan manajemen glukosa darah dan dapat membantu mengatur kolesterol.

Meskipun banyak penelitian yang menentukan bahwa bawang putih adalah pilihan sehat yang terbukti untuk penderita diabetes termasuk jumlah bawang putih yang tidak normal, meta-analisis yang dikutip di atas hanya mencakup porsi 0,5 – 1,5 gram.

Sebagai perbandingan, satu siung bawang putih sekitar 3 gram.

Penelitian juga menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengatur kadar kolesterol.

Dalam sebuah penelitian, orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak dikelola dengan baik yang mengonsumsi bawang putih berusia 12 minggu rata-rata mengalami penurunan tekanan darah sebesar 10 poin.

  1. Labu Siam

Labu siam, yang memiliki banyak varietas, merupakan salah satu sayuran paling sehat yang pernah ada.

Makanan yang padat dan mengenyangkan ini cukup rendah kalori dan memiliki indeks glikemik rendah.

Varietas musim dingin memiliki cangkang keras dan termasuk biji pohon ek, labu, dan butternut.

Labu musim panas memiliki kulit yang lembut sehingga bisa dimakan. Jenis yang paling umum adalah zucchini dan labu Italia.

Seperti kebanyakan sayuran, labu mengandung antioksidan yang bermanfaat. Labu juga memiliki lebih sedikit gula daripada ubi, menjadikannya alternatif yang bagus (88Trusted Source).

Penelitian menunjukkan bahwa polisakarida labu meningkatkan toleransi insulin dan menurunkan kadar glukosa serum pada tikus.

Penelitian juga menunjukkan bahwa biji labu dapat membantu pengelolaan glikemik.

Meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang manusia, sebuah penelitian kecil pada manusia menemukan bahwa labu menurunkan kadar glukosa darah tinggi dengan cepat dan efektif pada penderita diabetes yang sakit kritis.

Diperlukan lebih banyak penelitian dengan manusia untuk mengonfirmasi manfaat kesehatan dari labu.

Tetapi manfaat kesehatan dari labu membuatnya menjadi tambahan yang bagus untuk makanan apa pun.

  1. Mie Shirataki

Mie Shirataki sangat bagus untuk diabetes dan manajemen berat badan.

Mie ini kaya akan serat glukomanan, yang diekstrak dari akar konjak.

Tanaman ini banyak ditanam di Jepang dan diolah menjadi bentuk mie atau nasi yang dikenal dengan shirataki.

Glukomanan adalah sejenis serat kental, yang membantu Anda merasa kenyang dan puas.

Terlebih lagi, ini terbukti mengurangi kadar gula darah setelah makan dan meningkatkan faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes dan sindrom metabolik.

Dalam sebuah penelitian, glukomanan secara signifikan mengurangi kadar glukosa darah puasa, insulin serum, dan kolesterol pada tikus dengan diabetes.

Satu porsi 3,5 ons (100 gram) mie shirataki juga mengandung hanya 3 gram karbohidrat yang dapat dicerna dan hanya 10 kalori per porsi.

Namun, mi ini biasanya dikemas dengan cairan yang berbau amis, dan Anda harus membilasnya dengan baik sebelum digunakan.

Kemudian, untuk memastikan tekstur seperti mie, masak mie selama beberapa menit dalam wajan dengan api besar tanpa tambahan lemak.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *