Habbatussauda: Biji-bijan Kecil Bermanfaat Besar

Selesai Dibaca dalam: 3 menit

Habbatussuda yang mempunyai Bahasa Latin Nigella sativa merupakan biji hitam kecil yang sudah digunakan sepanjang berabad-abad dalam penyembuhan herbal. Benih berasal dari tumbuhan berbunga (bagian dari keluarga Ranunculacea) yang berasal dari Asia Barat Daya serta Mediterania. Tumbuhan itu saat ini berkembang di seluruh India, Timur Tengah serta Eropa. Habbatussauda terkadang digunakan buat menyembuhkan keadaan kesehatan tertentu termasuk asma, bronkitis serta peradangan dan sudah lama digunakan sebagai bumbu serta pengawet makanan.

Sedangkan riset tentang efek kesehatan Habbatussauda masih terbatas, penemuan dari in vitro, hewan, serta beberapa kecil riset pada manusia menampilkan kalau bahan herbal ini menawarkan manfaat peningkatan imunitas serta antioksidan.

Manfaat Kesehatan

Hingga dikala ini, baru terdapat sebagian uji klinis tentang manfaat kesehatan dari Habbatussauda. Tetapi, sebagian riset menampilkan kalau bijinya berguna buat penyembuhan serta ataupun pencegahan asma, tekanan darah serta kanker tertentu, berkat Thymoquinone, bahan aktif dalam ekstrak minyak Habbatussauda yang mempunyai anti-inflamasi, anti-tussive, anti sifat hipertensi, anti-diabetes, antibakteri serta anti-kanker.

Asma

Menurut sebuah penelitian di tahun 2013 yang menyelidiki kemampuan terapeutik Habbatussauda dalam wujud ekstrak rebus, para peneliti merumuskan bahwa bahan natural tersebut berpotensi meredakan indikasi asma dengan melebarkan bronkiolus untuk memungkinkan aliran udara ke paru-paru.

Demikian pula, riset sepanjang sebulan di tahun 2011 mengamati akibat Habbatussauda pada rinitis alergi. Dalam ilustrasi yang terdiri dari 66 laki-laki serta perempuan yang mengalami hidung tersumbat, pilek serta hidung gatal dan bersin, Habbatussauda mampu mengurangi indikasi sepanjang 2 minggu pertama.

Tekanan Darah Tinggi

Habbatussauda secara luas dilaporkan mempunyai sifat anti-hipertensi, yang menolong merendahkan tekanan darah. Suatu riset tahun 2013 menemukan kalau minyak Habbatussauda secara signifikan merendahkan tekanan darah sistolik serta diastolik di antara 70 partisipan.

Tetapi, riset yang lebih baru di 2017 ingin menguji sifat diuretik Habbatussauda serta keahlian buat mengekang kegiatan berlebihan dalam sistem saraf simpatis untuk mengukur apakah perihal itu berakibat positif pada tekanan darah. Sehabis pemberian ekstrak biji Habbatussauda 2 kali satu hari sepanjang 28 hari, hasilnya menunjukkan adanya tekanan darah yang lebih rendah, namun tidak hingga tingkatan yang signifikan.

Riset lebih lanjut pada manusia dibutuhkan untuk mengkonfirmasi manfaat ini.

Kanker

Sedangkan sebagian besar riset berfokus pada penelitian pada hewan. Penelitian tahun 2019 melansir riset tadinya di mana sel kanker payudara, kandung kencing, serviks, prostat, serta ginjal manusia menemukan bahwa Habbatussauda mempunyai kemampuan melawan kanker. Hasil riset menunjukkan bahwa thymoquinone membatasi penggandaan sel kanker serta dalam sebagian kasus, menewaskan sel kanker.

Penyakit Lainnya

Sebagian riset terbatas menunjukkan bahwa Habbatussauda bisa jadi mempunyai kemampuan dalam penyembuhan penyakit Alzheimer serta kolesterol tinggi. Khasiat terkenal lain dari ekstrak minyak Habbatussauda antara lain adalah untuk menanggulangi:

  • Peradangan
  • Migrain
  • Artritis reumatoid
  • Demam alergi serbuk bunga
  • Kejang
  • Peningkatan kinerja mental
  • Eksim
  • Sakit maag
  • Sindrom metabolik
  • Hepatitis C
  • Kontrol kelahiran
  • Meningkatkan sistem kekebalan
  • Kemacetan
  • Batuk
  • Masalah pencernaan
  • Meningkatkan aliran ASI
  • Gangguan menstruasi

Walaupun demikian, belum terdapat cukup fakta ilmiah untuk mengenali secara pasti, apakah Habbatussauda bisa membantu penyembuhan keadaan ini.

Kemungkinan Efek Samping

Bila Habbatussauda digunakan dalam makanan ataupun obat dalam jumlah kecil buat jangka waktu yang pendek, bisa jadi aman. Namun tidak terdapat data yang cukup untuk mengenali secara pasti apakah aman dalam jumlah yang lebih banyak ataupun untuk jangka waktu yang lebih lama.

Komsumsi Habbatussauda sepanjang kemoterapi bisa membatasi efek samping dari obat kemoterapi. Pengujian pada hewan menunjukkan bahwa Habbatussauda dosis tinggi bisa mengganggu ginjal dan atau hati.

Tidak terdapat dosis standar Habbatussauda, namun jumlah yang berbeda sudah dipelajari dalam riset. Misalnya, dikala mempelajari efek Habbatussauda pada asma, 2 gr Habbatussauda sudah digunakan tiap hari sepanjang 12 minggu. Tidak hanya itu, 500 mg minyak Habbatussauda sudah diminum 2 kali satu hari sepanjang 4 minggu. Dikala mempelajari pengaruhnya terhadap tekanan darah, separuh sampai 2 gr bubuk habbatussauda sudah dikonsumsi tiap hari sampai 12 minggu.

Seleksi, Persiapan serta Penyimpanan

Habbatussauda yang masih berupa biji-bijian kecil bercorak hitam ataupun serbuk, bisa ditemui di sebagian toko bahan makanan tertentu, karena bahan tersebut digunakan dalam masakan India, Timur Tengah serta Afrika Utara. Bijinya diketahui mempunyai aroma yang kuat dengan aroma bawang merah, oregano serta lada hitam. Anda dapat menemukannya digunakan dalam masakan kari serta hidangan miju-miju.

Simpan biji Habbatussauda sebagaimana Anda meletakkan bumbu yang lain. Simpan dalam wadah kedap udara, jauh dari panas serta sinar.

Bahan natural ini juga dijual sebagai suplemen makanan, terkadang dalam wujud minyak ataupun dalam wujud kapsul ataupun bubuk. Senantiasa baca label buat memastikan tidak terdapat bahan lain dalam produk yang Anda seleksi.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *