Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh Membuat Anda Lumpuh

Selesai Dibaca dalam: 3 menit

Sistem Kekebalan Tubuh adalah pertahanan utama tubuh terhadap infeksi dan penyerang berbahaya lainnya. Tanpanya, tubuh akan selalu mengalami sakit karena bakteri atau virus.

Sistem ini terdiri dari sel, jaringan dan organ khusus yang bekerja sama untuk melindungi seluruh tubuh.

Sistem Getah Bening atau Limfatik yang terdiri dari jaringan kelenjar getah bening dan pembuluh darah adalah bagian utama dari sistem kekebalan tubuh. Pembuluh limfatik adalah saluran tipis yang bercabang, seperti pembuluh darah, ke seluruh tubuh. Mereka membawa cairan bening yang disebut getah bening. Getah bening mengandung cairan jaringan, produk limbah dan sel sistem kekebalan. Kelenjar getah bening adalah gumpalan sel sistem kekebalan kecil berbentuk seperti kacang yang dihubungkan oleh pembuluh limfatik. Mereka mengandung sel darah putih yang menjebak virus, bakteri dan penyerang lainnya, termasuk sel kanker.

Sel darah putih adalah sel sistem kekebalan. Mereka dibuat di salah satu organ getah bening, yakni sumsum tulang. Organ getah bening lainnya termasuk limpa dan timus.

Apakah Ada yang Salah dengan Sistem Kekebalan Tubuh?

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak bekerja sebagaimana mestinya, inilah yang disebut sebagai gangguan sistem kekebalan tubuh, diantaranya:

  • Terlahir dengan sistem kekebalan yang lemah. Ini disebut Defisiensi Imun Primer.
  • Mengidap penyakit yang melemahkan sistem kekebalan Anda. Ini disebut Defisiensi Imun Sengaja.
  • Memiliki sistem imun yang terlalu aktif. Ini mungkin terjadi dengan adanya Reaksi Alergi.
  • Memiliki sistem kekebalan yang melawan diri sendiri. Ini disebut Penyakit Autoimun.

Gangguan Sistem Kekebalan

Berikut beberapa contoh yang umum:

  • Imunodefisiensi Gabungan yang Parah / Severe Combined Immunodeficiency (SCID). Ini adalah contoh defisiensi imun yang terjadi saat lahir. Anak-anak selalu berada dalam bahaya infeksi dari bakteri, virus dan jamur. Gangguan ini terkadang disebut “Bubble Boy Desease”. Pada 1970-an, seorang anak laki-laki harus hidup di lingkungan yang steril di dalam gelembung plastik. Anak-anak dengan SCID kehilangan sel darah putih yang penting.
  • Kekurangan kekebalan yang didapat sementara. Sistem kekebalan bisa dilemahkan oleh obat-obatan tertentu. Hal ini dapat terjadi pada orang yang menjalani kemoterapi atau obat lain yang digunakan untuk mengobati kanker. Bisa juga terjadi pada orang yang mengikuti transplantasi organ yang minum obat untuk mencegah penolakan organ. Selain itu, infeksi seperti virus flu, mono (mononucleosis) dan campak dapat melemahkan sistem kekebalan untuk waktu yang singkat. Sistem kekebalan juga bisa dilemahkan oleh merokok, alkohol dan nutrisi yang buruk.
  • AIDS. HIV, yang menyebabkan AIDS, adalah infeksi virus yang dapat menghancurkan sel darah putih dan melemahkan sistem kekebalan. Orang dengan HIV / AIDS menjadi sakit parah dengan infeksi yang dapat dilawan oleh kebanyakan orang. Infeksi ini disebut “infeksi oportunistik” karena memanfaatkan sistem kekebalan yang lemah.

Sistem Kekebalan yang Terlalu Aktif

Ketika seseorang dilahirkan dengan gen tertentu, sistem kekebalannya mungkin bereaksi terhadap zat di lingkungan yang biasanya tidak berbahaya. Zat ini disebut alergen. Memiliki reaksi alergi adalah contoh paling umum dari sistem kekebalan yang terlalu aktif. Debu, jamur, serbuk sari dan makanan adalah contoh alergen.

Beberapa kondisi yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang terlalu aktif adalah:

  • Asma. Respons di paru-paru bisa menyebabkan batuk, mengi dan kesulitan bernapas. Asma dapat dipicu oleh alergen umum seperti debu atau serbuk sari atau bahan iritan seperti asap tembakau.
  • Eksim. Alergen menyebabkan ruam gatal yang dikenal sebagai dermatitis atopik.
  • Alergi Rinitis. Bersin, pilek, ingus dan pembengkakan saluran hidung akibat alergen dalam ruangan seperti debu dan hewan peliharaan atau alergen luar ruangan seperti serbuk sari atau jamur.

Penyakit Autoimun

Pada penyakit autoimun, tubuh menyerang jaringan normal dan sehat. Penyebabnya tidak diketahui. Mungkin kombinasi dari gen seseorang dan sesuatu di lingkungan yang memicu gen tersebut.

Tiga penyakit autoimun yang umum adalah:

  • Diabetes Tipe 1. Sistem kekebalan menyerang sel-sel di pankreas yang membuat insulin. Insulin berfungsi memecah glukosa atau gula dalam darah untuk digunakan sebagai energi oleh sel-sel tubuh.
  • Artritis Reumatoid. Jenis arthritis ini menyebabkan pembengkakan dan kelainan bentuk sendi. Sebuah auto-antibodi yang disebut Faktor Rheumatoid ada di dalam darah beberapa orang dengan Artritis Reumatoid.
  • Lupus. Penyakit yang menyerang jaringan tubuh, termasuk paru-paru, ginjal dan kulit. Banyak jenis auto-antibodi ditemukan di dalam darah penderita lupus.

Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan penyakit autoimun, tetapi banyak faktor yang tampaknya terlibat. Jika seseorang memiliki kelainan sistem kekebalan, ia perlu banyak belajar tentangnya atau konsultasi dengan Dokter untuk memformulasikan terapi yang terbaik.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 ADMA. All Rights Reserved.