Diabetes Mullitus: Ketahui Agar Bisa Antisipasi

Selesai Dibaca dalam: 4 menit

Penyakit Kencing Manis atau yang dalam istilah kedokteran disebut Diabetes mellitus adalah salah satu jenis penyakit metabolisme yang menyebabkan gula darah tinggi. Hormon insulin memindahkan gula dari darah ke dalam sel Anda untuk disimpan atau digunakan sebagai energi. Saat Anda mengalami diabetes, tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya dengan efektif.

Gula darah tinggi yang tidak diobati akibat diabetes dapat merusak saraf, mata, ginjal dan organ-organ penting lainnya.

Jenis Diabetes

Ada beberapa jenis diabetes, yakni:

  • Diabetes Tipe 1 tergolong penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas, yang merupakan pabrik insulin. Hingga saat ini masih belum jelas apa yang menyebabkan serangan ini. Sekitar 10 persen dari seluruh penderita diabetes termasuk dalam golongan ini.
  • Diabetes Tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh Anda menjadi resisten pada insulin sehingga gula menumpuk di dalam darah Anda.
  • Pradiabetes terjadi jika gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya, namun tidak cukup tinggi untuk diagnosis diabetes tipe 2.
  • Diabetes Gestasional adalah keadaan gula darah yang tinggi selama kehamilan. Hormon penghambat insulin yang diproduksi oleh plasenta menyebabkan diabetes jenis ini.
  • Diabetes Insipidus merupakan kondisi langka yang sebenarnya tidak berkaitan dengan diabetes melitus, meski memiliki nama yang mirip. Ini adalah kondisi dimana ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dari tubuh Anda.

Setiap jenis diabetes memiliki gejala, penyebab dan pengobatan yang unik. Berikut ini adalah penjelasannya.

Gejala Diabetes

Gejala Umum Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

  • Lebih cepat lapar
  • Lebih mudah haus
  • Berat badan menurun
  • Buang air kecil lebih sering
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Lebih mudah lelah
  • Biala terjadi luka, maka tak tidak kunjung sembuh

Gejala pada Pria

Selain mengalami gejala umum seperti di atas, kaum pria dengan diabetes mungkin mengalami penurunan gairah seks, Disfungsi Ereksi (DE) dan menurunnya kekuatan otot.

Gejala pada Wanita

Wanita yang sedang mengalami diabetes juga dapat memiliki gejala seperti infeksi saluran kemih, infeksi jamur dan kulit yang kering serta gatal.

Diabetes Gestasional

Mayoritas wanita yang mengalami diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala apa pun. Kondisi ini sering terdeteksi saat tes gula darah rutin atau tes toleransi glukosa oral yang biasanya dilakukan antara minggu ke 24 dan 28 pada masa kehamilan.

Dalam beberapa kasus, seorang wanita yang memiliki diabetes gestasional juga akan mengalami mudah haus atau sering buang air kecil.

Penyebab Diabetes

Diabetes Tipe 1

Dokter dan para Ilmuwan belum mengetahui secara persis apa yang menyebabkan diabetes tipe 1. Karena suatu kondisi tertentu, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan Sel Beta penghasil insulin di pankreas. Faktor gen mungkin berperan pada beberapa orang. Mungkin juga ada pengaruh dari virus yang memicu serangan dari sistem kekebalan tubuh.

Diabetes Tipe 2

Penyebab diabetes tipe 2 berasal dari kombinasi faktor genetik dan gaya hidup. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda. Membawa beban ekstra, terutama di bagian perut Anda, membuat sel Anda lebih resisten terhadap efek insulin pada gula darah Anda. Kondisi ini menurun dalam keluarga. Anggota keluarga berbagi gen yang membuat mereka lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 serta kelebihan berat badan.

Diabetes Gestasional

Diabetes ini diakibatkan oleh adanya perubahan hormonal selama kehamilan. Plasenta menghasilkan hormon yang membuat sel wanita hamil menjadi kurang sensitif terhadap efek insulin. Ini bisa menyebabkan gula darah tinggi selama kehamilan. Wanita yang kelebihan berat badan saat hamil atau yang mengalami kenaikan berat badan terlalu banyak selama kehamilan lebih mungkin terkena diabetes gestasional.

Faktor Risiko Diabetes

Diabetes Tipe 1

Anda lebih berpotensi terkena diabetes tipe 1 jika Anda seorang anak atau remaja, Anda memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi tersebut, atau Anda membawa gen tertentu yang terkait dengan penyakit tersebut.

Diabetes Tipe 2

Risiko Anda untuk diabetes tipe 2 meningkat, apabila:

  • Memiliki berat badan berlebih
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi tersebut
  • Tidak banyak melakukan aktivitas fisik
  • Pernah terkena penyakit diabetes gestasional
  • Sedang menderita pradiabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi
  • Memiliki keturunan Afrika-Amerika, Hispanik atau Latin, Alaska Native, Kepulauan Pasifik, Indian Amerika, atau Asia-Amerika

Diabetes Gestasional

Risiko Anda terkena diabetes gestasional meningkat jika Anda:

  • Kelebihan berat badan
  • Berusia lebih dari 25 tahun
  • Pernah menderita diabetes gestasional selama kehamilan sebelumnya
  • Telah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg
  • Berasal dari keluarga penderita diabetes tipe 2
  • Memiliki Sindrom Ovarium Polikistik / Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Komplikasi Diabetes

Kondisi gula darah yang tinggi dapat merusak organ dan jaringan di seluruh tubuh Anda. Semakin tinggi gula darah Anda dan semakin lama hal ini berlangsung, semakin besar risiko terjadinya komplikasi.

Komplikasi yang terkait dengan diabetes diantaranya:

  • Penyakit jantung, serangan jantung dan stroke
  • Sakit saraf
  • Nefropati
  • Retinopati dan kehilangan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Terjadinya kerusakan kaki dalam bentuk infeksi dan luka yang tidak kunjung sembuh
  • Kondisi kulit seperti infeksi bakteri dan jamur
  • Depresi
  • Demensia

Diabetes Gestasional

Penyakit diabetes yang tidak terkontrol pada masa kehamilan dapat menyebabkan masalah yang memengaruhi ibu dan bayi. Komplikasi yang mempengaruhi bayi dapat meliputi:

  • Kelahiran prematur
  • Berat badan yang lebih tinggi dari normal ketika dilahirkan
  • Peningkatan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari
  • Gula darah rendah
  • Penyakit kuning
  • Meninggal saat dilahirkan

Sang ibu dapat mengalami komplikasi seperti tekanan darah tinggi (preeklamsia) atau diabetes tipe 2. Selain itu mungkin juga memerlukan operasi khusus untuk membantu persalinannya yang umumnya disebut sebagai operasi caesar.

Risiko ibu terkena diabetes gestasional pada kehamilan selanjutnya juga meningkat.

Pengobatan Diabetes

Dokter mengobati diabetes dengan memakai beberapa obat yang berlainan. Beberapa obat ini diminum, sementara yang lain tersedia dalam bentuk suntikan.

Diabetes Tipe 1

Insulin adalah pengobatan utama untuk diabetes tipe 1. Fungsinya untuk menggantikan hormon yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh Anda.

Ada empat macam insulin yang paling umum digunakan. Mereka dikategorikan berdasarkan kecepatan reaksinya dan berapa lama efeknya bertahan:

  • Insulin kerja cepat bereaksi dalam waktu 15 menit dan efeknya berlangsung selama 3 – 4 jam.
  • Insulin kerja pendek bekerja dalam waktu 30 menit dan bertahan 6 – 8 jam.
  • Insulin kerja menengah bereaksi dalam waktu 1 – 2 jam dan memberikan efek 12 – 18 jam.
  • Insulin kerja panjang mulai bereaksi beberapa jam setelah injeksi dan dapat bertahan selama 24 jam atau lebih.

Diabetes Tipe 2

Diet dan olahraga dapat membantu beberapa orang mengelola diabetes tipe 2. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk menurunkan gula darah Anda, Anda perlu mengkonsumsi beberapa macam obat. Beberapa penderita diabetes tipe 2 juga mengonsumsi insulin.

Diabetes Gestasional

Perlu dilakukan pemantauan kadar gula darah Anda beberapa kali sehari selama kehamilan. Jika ternyata kadarnya tinggi, maka diperlukan perubahan pola makan dan olahraga. Hal ini bisa jadi efektif, namun bisa juga tidak efektif untuk menurunkannya.

Menurut Mayo Clinic, sekitar 10 sampai 20 persen wanita dengan diabetes gestasional membutuhkan insulin untuk menurunkan gula darah mereka. Insulin aman untuk bayi yang sedang tumbuh.

Pengobatan diabetes bisa jadi berlangsung seumur hidup. Konsumsi obat-obatan kimiawi dalam jangka panjang, meskipun telah sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter, tetap saja beresiko memberikan efek samping atau dampak negatif bagi tubuh. Selain melakukan terapi insulin dan menjalani pola hidup sehat, penggunaan obat-obatan berbahan baku herbal murni, bisa jadi alternatif solusi untuk mengurangi bahkan samasekali menghentikan ketergantungan terhadap obat-obatan kimiawi.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *